Asterisk

Asterisk

Asterisk

Asterisk

Website: http://www.myspace.com/asteriskview

Profile:

“ASTERISK” semula bernamakan “TIGA” yang personelnya antara lain adalah : Agus (Bass), Deny (Bass), serta Indra (Drum) Mereka bertiga membuat instrument-instrumen musik, setelah menyelesaikan 3 instrumen yang mereka rilis Indra cabut karena kesibukan pekerjaannya yang padat, dan tak lama setelah itu “TIGA” tak bisa berjalan karena Agus juga mengalami yang sama dengan Indra. Beberapa bulan setelah itu Deny mencoba membentuk band kembali, walau ini bukan kali pertama untuk Deny yang pernah menjadi bassis band-band ternama di kota mataram, meliputi : “Crazy Door”, “Gelang”, begitupun “No’Art”. Deny juga pernah menjadi editional band nasional seperti “I band”. Pada suatu waktu Deny bertemu dengan Tama di sebuah tempat tongkrongan, dari sekedar iseng-iseng membicarakan musik sampai akhirnya berkeinginan untuk berpartner dalam musik. Tama merupakan Vocalis band Festival dulunya, saat itu Tama belum mempunya band tetap karena alas an belum memiliki hal yang sejalur dalam musik, sejak itu Tama dan Deny mulai mencari-cari Drumer maupun Gitaris yang akan bergabung Dengan mereka, Street On The Star ?? merupakan pilihan nama untuk pergabungan kami,,,,ya,, Street On The Star,, pencarian personil yang dilakukan oleh Deny dan Tama, dari studio satu ke studio lainnya pastinya di kawasan Kota Mataram, sampai akhirnya Deny bertemu Dengan Davi?? Dulunya Davi seorang teman Deny,,,bocor punya bocor Davi Drumer UNDER GROUND dan aliran METAL dulunya!!!!!!!!. Pikir Deny dan Tama untuk menawarkan Davi bergabung di sambut Dengan kesanggupan,,,Already on Stage(”,) mungkin itu yang ada dalam benak mereka bertiga…..asyik ngejam bareng enjoy….membawa kami untuk menciptakan lagu,,SEPI, HALUSINASI , MEMBAWAMU MELAYANG,,,,judul lagu tercipta seiring kebersamaan…walaupun Deny yang menjadi Gitarisnya…..yang penting asyik,,, Saat mengisi waktu Dengan latihan ,,,seseorang bernama Andre memperhatikan kami,,,, break,,, Andre langsung menghampiri kami Dengan kata sambutan sangat tertarik Dengan lagu yang kami bawakan,,,,Iapun menawarkan diri bergabung bersama kami,,,tidak secepat itu kami menerimanya, melainkan mendiskusikanya terlebih dahulu,,,hingga Andre bergabung bersama kami dalam Street On The Star,,,,Andre Gitaris beraliran musik Jazz…(asyik Punya Gila’’’)..Akan Tetapi lagi-lagi dan lagi-lagi………???Andre tak lama dalam Street On The Star….Satu bulan berlalu dari itu..kosong itulah yang dirasa Deny, Tama dan Davi,, ,.suatu waktu yang ditempuh mereka,,,Deny mengajak Tama Bermain kerumah teman lama Deny sewaktu sering bermain disalah satu setudo “X”..Herry yang akrab di sapa Licos, seorang gitaris Festival dulunya pernah mejuarai beberapa event festival musik, musik Funk jenis musik kesukaanya,,, Tawaran bergabung Dengan Street On The Star pun Diterima oleh Licos…Satu bulan waktu yang dibutuhkan oleh Licos untuk menyesuaikan diri Dengan Strett On The Star,,,membawa Street On The Star ke perkembangan yang sangat baik….. Waktu mempererat kami menjadi semakin menyatu,,,lagu-lagu pun terrilis dengan cepatnya…antara lain berhasil terrecordnya lagu Halusinasi, Sepi, Membawamu Melayang, Lelah, Joy Manja, Dunia Malam, dan Horny, semua lagu kita buat bersama. Masuknya Licos membuat formasi Street On the Star semakin solid, tidak membutuhkan banyak waktu untuk penggarapan lagu. Street On The Star pun berubah nama menjadi “ASTERISK” yang berartikan tanda bintang sesuai Dengan keinginan kami yang menginginkan tanda bintang itu ada pada kami. Dalam “ASTERISK” yang berperan banyak dalam pembuatan lagu dan liriknya hanyalah Tama, Deny dan Licos. Lain halnya Dengan Davi yang sangat tertutup sehingga jarang berkumpul melainkan hanya pada saat latihan, banyak hal yang sudah kami jalani hingga pembuatan cover album dan pemotretan pun telah kami lakukan Dengan semangat yang tinggi. Bersamaan Dengan kebahagiaan itu, ASTERISK pun mendapatkan hal yang sangat berat karena di saat bersamaan Davi memutuskan untuk keluar dari ASTERISK karena memilih bergabung Dengan band lain. ASTERISK pun tetap melanjutkan perjuangan untuk menyelesaikan album walaupun tanpa penabuh drum. Kami menyadari tidak adanya drummer di ASTERISK memperlambat penggarapan album kami dan kami pun memutuskan untuk melirik Indra kembali, Indra pun bersedia untuk membantu kami menyelesaikan album ini. Indra tak banyak berubah karena masih saja memiliki kesibukan seperti dulu. Suck Monkey judul lagu terakhir yang kami garap memerlukan waktu yang sangat lama dibandingkan lagu-lagu yang lain, kami terus mencari drummer karena setau kami Indra tidak punya waktu untuk membantu kami. Koko salah satu teman dekat Licos mengenalkan seorang drummer kepada kami, yang bernama Nanda (Bounjir). Awalnya kami ragu akan kemampuan Nanda sampai akhirnya kami mencoba ngejam bersama Nanda, ternyata oh ternyata Nanda keraguan kami sirna melihat kemampuan Nanda dalam menabuh drum. Kami pun mengajak Nanda bergabung dalam ASTERISK dan akhirnya menyelesaikan lagu Suck Monkey bersama Nanda, yang berhasil menyelesaikan recording lagu Suck Monkey hanya dalam waktu 30 menit. Formasi ASTERISK setelah masuknya Nanda bertahan hingga saat ini, dan berhasil menyelesaikan album pertama kami Dengan harapan formasi ini dapat bertahan untuk seterusnya……….”ASTERISK”……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s