Istilah dalam dunia musik

ISTILAH MUSIK


Dalam dunia musik, istilah atau kata-kata musik didominasi oleh bahasa Italia (eropa). Kata-kata ini mempunyai pengertian internasional. Di bawah ini merupakan penjelasan singkat yang berhubungan dengan pengertian istilah musik di Indonesia. Pembakuan bahasa atau istilah musik di Indonesia masih belum lengkap, tapi secara umum istilah ini sering digunakan dalam pendidikan musik di Indonesia.

Ritme: beat dalam irama; nilai notasi

Nada: bunyi atau suara yang terukur dengan nilai satuan laras

Laras: ukuran bunyi; untuk menghitung satuan nada ( satu laras/setengah laras)

Melodi: susunan nada-nada yang teratur

Intro (introduction): pengantar; perkenalan tema; bagian permulaan lagu; pembukaan.

Motif: susunan terkecil dalam ritme; pola dalam pembuatan lagu/melodi/tema.

Tema(thema): pokok kalimat dalam musik.

Interlude (interludium): selingan; apa saja yang dimainkan sebagai hiburan diantara dua bagian yang serius, kemudian juga merupakan sebuah komposisi tersendiri.

Koda (coda): buntut; ekor; tambahan sebagai penutup komposisi.

Interpretasi (interpretation): cara kita menterjemahkan suatu komposisi dengan penuh tanggung jawab terhadap komponis serta musiknya dan dengan mempertimbangkan segala aspek-aspek musikal, gaya, selera jaman dan sifatnya.

Garis paranada: garis untuk penulisan nada dan ritme.

Tanda kunci (clef) : untuk menentukan register suara dalam penulisan notasi misalnya kunci G.

Tanda mula (key signature): tanda aksidental berupa kres dan mol yang menandai/menentukan                              tonika atau nada dasar.

Tanda sukat/birama (time signature): untuk menentukan jumlah ketukan dalam satu birama misal 4/4, dalam satu birama terdapat 4 ketukan masing-masing not seperempatan.

Tangga nada (scale): Musik barat kebanyakan menggunakan tujuh nada yang dikelompokkan dalam dua jenis yaitu tangga nada mayor dan minor ( major scale dan minor scale).

Akor: nada-nada yang dibunyikan bersama dan menimbulkan suara yang harmonis, terdiri dari dua nada atau lebih. Akor terbentuk dari nada-nada dalam suatu tangga nada

Tanda tempo: tanda tentang cepat atau lambatnya lagu dinya-nyikan.  Pada dasarnya tanda tempo dibagi menjadi tiga jenis, yaitu lambat, sedang, dan cepat.

Tanda dinamik: tanda tentang keras atau lembutnya suatu lagu dinyanyikan. Sama halnya dengan tanda tempo, tanda ini secara garis besar dibagi menjadi tiga jenis yaitu lembut, sedang, dan keras.

Tanda Pugar/natural: Adalah tanda untuk mengembalikan nada yang semula mendapatkan tanda kres atau mol dalam satu birama.

 

Kamus  musik umum

A

Accelerando: semakin cepat; mempercepat tempo dalam lagu.

Accent: aksen; tekanan.

Acciaccatura: tanda hiasan berupa not kecil dengan garis silang; yang dibunyikan secara cepat; hamper serentak dengan nada pokok.

Acoustic: ilmu bunyi; yang berhubungan dengan resonansi; gema dalam sebuah instrument atau gedung.

Adagio: lambat; tetapi tidak selambat Largo

Allegro: Riang; tempo yang cepat

Alto: Suara rendah wanita dibawah sopran;  singkatan dari biola alto; singkatan dar saxophone alto; tanda kunci yang mengunci nada C pada garis ketiga dari balok not.

Amabile: mengambil hati; manis; merdu.

Ambitus: luas wilayah nada; register suara; jangkauan suara.

Andante: berasal dari andare (berjalan); tempo yang sama seperti orang berjalan; tempo sedang.

Appoggiatura: tanda hiasan brupa not kecil yang bersifat bersubstraksi; bernilai setengah nada pokok, atau jika nada pokok bernilai tiga, sepertiga, atau dua pertiga nada pokok; dimainkan lebih cepat, tetapi tetap mengambil waktu dari nilai nada pokoknya (on the beat)

Argpeggio: nada-nada suatu akor yang dimainkan dengan cepat, secara berurutan seperti petikan pada instrument gitar; trinada yang dimainkan berurutan gerak panjang.

Arrangeren; menggubah lagu; membubuhi suatu iringan pada lagu, atau merubah iringan atau gubahan. Hasil dari penataan itu disebut: aransemen.

Ascending: meninggi (naik)

Assai; sangat

Aubade: music yang diselenggarakan pagi hari sebagai persembahah atau penghormatan.

Augmentation: memperbesar, memperbanyak, misalnya nilai-nilai nada menjadi dua kali lipat.

Augmented: diperbesar

B.

Bagpipe: alat musik tiup asalnya dari asia, tetapi menjadi alat music rakyat dari Scotland, terdiri dari beberapa pipa untuk membawakan melodi dan satu dua pipa yang hanya bersuara satu nada (drones) serta suatu kantong angin (wind-bag) yang dijepit dengan lengan untuk mengalirkan udaranya ke pipa-pipa.

Banyo: alat musik berdawai terkenal dari rakyat negro di AS bagian selatan, kemudian dipakai juga pada orkes Jazz, lehernya seperti gitar, tetapi badanya bundar berselaput kertas pada gendering.

Bar: birama; dalam satu kelompok sukat.

Baritone: jenis suara pria, antara bas dan tenor; nama alat musik tiup atau alat lainnya yang wilayah nadanya setingkat.

: barok; jaman/era barok; ajaib sesuatu yang aneh, lain dari yang lain; dalam sejarah kesenian dipakai untuk menunjukan jaman tertentu (akhir abad ke -17 dan abad ke-18)

Bass: bas; suara pria yang paling rendah; register bawah, penjelasan tambahan untuk semua alat music yang paling rendah wilayah nadanya; kunci bas lebih dikenal dengan nama kunci F.

Beat; ketukan birama.

Bel Canto: nyanyian bagus; maksunya tehnik vocal dari Italia yang bertitik berat pada keindahan dan kemantapan suara (colour).

Blockflote: suling dari kayu; lobang untuk meniupkan udara adalah sipit.

Bolero: tarian rakyat Spanyol berjenis ¾.

Boogie Woogie: suatu gaya khas dari musik Jazz. Tangan kiri secara ostinato (diulang-ulang) membawakan bentuk irama, sedangkan tangan kanan bergerak dengan babas seolah berimprovisasi.

Bourdon: pipa organ gereja yang paling rendah.

Breve: singkat; jenis birama 2/2; not benilai ½ menjadi satuan waktu; jenis birama 4/4 dimainkan dengan pembagian dua beat.

Broken chords: trinada yang dimainkan berturutan gerak pendek; pecah akor; arpeggio pendek.

C.

Cadenza: kadens; penutup, bagian akhir komposisi berdasarkan akor-akor utama yang menegaskan pertangganadaan, atau menunjukan ke suatu modulasi; deretan berupa hiasan yang bebas sebagai persiapan bagian akhir komposisi; pada konser solo dengan orkes, cadenza merupakan bagian yang cukup panjang, agar pemain solo dapat memamerkan keterampilannya.

Canon: kanon; lagu bersuara dua atau lebih, yang melodinya secara berurutan ditiru oleh masing-masing suara.

Cantabile: berlagu

Cantata: adalah sebuah vokal komposisi dengan instrumental iringan , biasanya dalam beberapa gerakan , sering melibatkan paduan suara .

Celesta: alat music seperti piano kecil tetapi sumber suara adalah tongkat-tongkat baja (bukan dawai) suaranya tinggi dan halus.

Cello: singkatan dari violon-cello, biola besar dengan posisi memainkan alat dengan cara dijepit antara kedua kaki, suaranya merdu sekali dan wilayah nadanya rendah.

Cembalon: alat music berdawai yang mendahului piano, dawainya dipukul dengan martil-martil kecil.

Choir: paduan suara (istilah untuk paduan suara dari gereja).

Choral: lagu gereja yang dibawakan paduan suara bersuara empat (SATB)

Chord: akor

Chromatic: berjarak setengah laras antara nada satu dengan yang lain.

Clarinetto: klarinet, alat tiup kayu, wilayah nadanya sama dengan biola.

Clavicembalo: alat music yang mendahului piano, memakai klaviatur (kadang-kadang sampai dua atau tiga). Letaknya dawai sama jurusannya dengan tuts, dan dawainya dipetik bukan dipukul.

Clef: kunci

Closed position: susunan tertutup, susunan dimana nada-nada dari suatu trinada berdekatan.

Concerto: pergelaran musik (konser); bentuk ciptaan yang dimainkan oleh suatu alat music atau lebih, secara bersama-sama atau berselingan dengan orkes lengkap.

Conservatorium: Institut pendidikan musik; konsevatori.

Contrabasso: kontrabas, alat gesek yang terbesar dengan wilayah nada terendah.

Contrapunnctus: kontrapung; titik lawan titik. Terhadap satu melodi tertentu, dicipta melodi lain, melawan tiap not dari melodi pertama itu terdapat not lain sehingga terwujud suatu melodi baru.

Crescendo: makin lama makin keras (volumenya bertambah)

Cymbals: simbal; alat pukul terdiri dari dua keeping logam. Seperti tutup panic yang saling dipukul. Atau satu kepingan logam yang digantung sehingga jika dipukul dapat bervibrasi bebas.

 

D.

Decrescendo: berhubungan dengan tanda dinamik; makin lama makin lemah (volumenya berkurang)

Diatonos (diatonic): (dia=terus, tonos=nada): deretan atau urutan nada yang terus menerus. Tangganada diatonic berdasarkan jarak-1(tonos) dan jarak-1/2(semi-tonos);

Diminished (dim): diperkecil; jarak 1 ½ – 1 ½ laras.

Dirigent: pembimbing/pemimpin orkes; pemimpin paduan suara; pemimpin pagelaran.

Do: nama nada pertama dari system solmisasi, di Prancis dan Italia do ini adalah nama mutlak untuk nada C.

Dolce: manis; halus; lembut.

Dominant (dominan) nada kelima dari tangganada, peranannya sangat penting (root)

Drum: drum set; jenis alat music perkusi

Duetto /duo (duet): gubahan untuk dua suara manusia/dua instrument/dua pemain.

Duool : pembagian not bernilai tiga dalam dua bagian misalnya pada jenis birama 6/8, misalnya not 3/8 dibagi 2 not 1/8 geraknya seolah memperlambat.

Dynamica: dinamik; ilmu gaya; dalam dunia music semua hal yang berhubungan dengan perbandingan volume nada (keras-lembut)

E.

Echo: eco; gema ; gaung.

Elegie: ratapan tangis, lagu duka.

English horn: alat music tiup; bukan horn tapi hobo! Yaitu hobo-alto karena lebih besar daripada hobo biasa, wilayah nadanya lebih rendah.

Enharmonis: pada bangsa Yunani nama untuk tetrachord yang terdiri dari jarak-jarak: 2-1/4-1/4.; nada yang suaranya sama, tetapi namanya berlainan, misalnya Cis=Des; Eis=F.

Ensembel: Rombongan, permainan bersama, sekelompok musisi.

Espressivo: berperasaan.

Etude: Latihan, komposisi music yang mengandung tehnik latihan, lagu untuk mengembangkan teknik-main.

Extended position: atau open position; susunan terbuka, nada-nada dari trinada berjauhan, antara yang kesatu dan ketiga jaraknya melebihi oktaf.

F.

Fagot: alat tiup yang panjang dari kayu, yang wilayah nadanya  rendah sekali, biasanya digunakan dalam musik orchestra

Falsetto: nada pria register suara yang lebih tinggi daripada normal dan menghasilkan suara tinggi seperti seara wanita.

Fermata: tanda memperpanjang nada atau istirahat, lamanya tidak tentu.

Finale: bagian terakhir,  penutup.

Fine: tamat, akhir lagu.

Flat: tanda menurunkan nada ½ laras; mol: b

Flute: suling. Sampai abad pertengan abad ke 18, suling ditiup seperti blockflote atau recorder. Pada orkes simfoni dipakai flauto traverse, yaitu suling dengan lobang peniupnya disamping pangkal tiup.

Forte: keras; volumenya besar)

Forza: tenaga, kekuatan.

Fragment: sebagian.

Frasering/phrasing: pembagian menurut struktur kalimat.

Fuga: pelarian; pengungsian; komposisi polifonis bersuara dua atau lebih. Satu suara membawakan tema dan disusul suara-suara yang lain membawakan tema itu juga menurut peraturan dan urutan tertentu.

G.

Gentile: manis; ramah tamah; halus; lembut.

Grand Piano: piano besar; piano yang mendatar.

Glissando: meluncur, tergelincir (nada-nada yang dibunyikan dengan  menyeretkan  jari lewat gerigi sehingga urutannya cepat sekali)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s