Dominant Harmony

By : Andrie Tidie [ http://www.gitargila.com ]

Dominant Harmony

HARMONY

HARMONY

GitarGila.Com fokus pada cara bermain di Dominanth 7 Harmony, karena hal ini langka di bahas oleh kurikulum musik pada umumnya. Biasanya Ilmu Musik Barat/Klasik bertumpu pada Major Diatonic dengan Relative Minor-nya, chord Dominanth 7 hanya dipakai sekali kali sebagai persiapan untuk resolusi di Tonic.
Tetapi, pada Musik Blues..yang merupakan sumber dari semua Musik Kontemporer saat ini..semua chord serta Harmony adalah “Dominanth 7”.    Dominanth Harmony aman kita sebut sebagai Blues Harmony, dan cenderung mengaburkan batas antara Major dengan Minor.
Pada chord dominanth 7….interval M3 ( major 3 ) dan m3 ( minor 3 ) bebas dipertukar balik-kan.

Major dan Minor Harmony sudah umum terdapat di mana mana sehingga kami hanya akan fokus pada Dominanth 7 Harmony yang jarang dibahas, agar anda bisa memiliki lebih banyak fleksibilitas di area ini.

Dominanth 7 Harmony bisa pula di-analisa sebagai “Mixolydian Harmony” serta menjadi bagian ke-lima dari Diatonic Harmony…tapi ini belum meng-gambarkan Musik Blues yang sebenarnya.

MAJOR MINOR INTERCHANGE : Pada musik Klasik kadang terjadi pertukaran harmoni dari Major ke Minor tetapi pada musik Blues, hal ini adalah segala gala-nya serta dilakukan umumnya pada Birama yang sama ataupun pada dua birama se-sering mungkin..hal inilah yang disebut Nge-Blues atau Bluesy.

Pertukaran Major dan Minor pada Blues dilakukan masing masing pada area Tonic serta pada Relative-nya yang berjarak 4 fret keatas. Jika Tonic-nya adalah A7 maka relative major-nya adalah C major.
Jadi Blues Harmony akan bermain di area pertukaran antara A7 ke Amin7 serta C Major dan C Minor ( tanpa 7 )

Pada kunci A7 jika anda meminor-kan nada ke 3 ( C# ) menjadi b3 ( C ) maka nada minor itu adalah ekstensi #9. Jika anda meminor-kan nada ke 3 dari chord C menjadi b3 ( Eb ) maka itu adalah Blue Note dari A7 ( nada b5 dari A ). Ciri ciri dari Blues adalah kebiasaan melakukan sliding microtonal dari nada b3 ke 3 menyentuh nada microtonal yang terdapat diantara-nya, seperti halnya pada Biola.
Coba check permainan bending 1/4 dari Albert King…itu adalah wilayah Microtonal.

BLUES SCALE di A7 boleh dilihat sebagai A min.pentatonic dengan tambahan nada Blue Note ( b5 ) ataupun sebagai C Maj.pentatonic dengan tambahan nada Minor b3 atau #9 sami mawon.
Itu saja belum cukup disebut sebagai American Blues, para Legend umumnya menambahkan unsur “Mixolydian Mode” didalamnya. Sehingga memainkan A Major Pentatonic gonta ganti dengan A Blues Scale bergantian secara Ascending dan Descending. Ini adalah tradisi Americana Music.

Simple-nya : Americana Music dapat dilihat sebagai bermain di Dominanth 7 chord secara gonta ganti memakai “Mixolydian Mode” dan Blues Scale.
Lebih simple-nya lagi adalah berpikir “Major Pentatonic dan Minor Pentatonic” secara bergantian dalam satu Root.

Konsep Improvisasi secara ini sudah dipakai oleh Praktisi musik Americana sejak dahulu kala 1920-an sampai saat ini, mulai dari Robert Johnson sampai Chuck Berry, Elvis Presley sampai The Black Crows dan GN’R etc.
Menjadi pengaruh kuat pada The Beatles dan Rolling Stones, Cream dan Led Zeppelin etc. serta menyerbu kembali ke Amerika sebagai The British Invasion.
Sementara tradisi Blues kulit hitam ber-evolusi menjadi Rhythm and Blues, Soul, Gospel, Funk, Hip-Hop etc.
Juga di New York berkembang menjadi Jazz Mainstream yang berawal dari musik Scott Joplin, Ragtime dan Barrel House atau musik Gembel dan Gudang.
Itu semua adalah asimilasi dari musik Barat Klasik yang Major ditambahkan Blues yang Minor plus b5 Blue Note

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s